Namrole, SBS.
Sebagian
besar desa di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) akan menggelar Pemilihan Kepala
Desa (Pilkades) serentak pada akhir Tahun 2016 ini sementara di pimpin oleh
para Kepala Desa yang masa jabatannya sudah ekspayer atau sudah selesai.
Tetapi,
sampai saat ini pihak Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel yang dipimpin
oleh Ismid Thio masih terkesan cuek dengan kondisi tersebut.
Padahal,
dengan kondisi itu, sudah menjadi keharusan bagi Pemerintah Kabupaten Bursel untuk
secepatnya menunjuk Penjabat Kades yang baru atau memperpanjang jabatan
Penjabat Kades yang sementara menjabat tersebut.
Meresponi
masalah itu, Komisi A DPRD Kabupaten Bursel yang membidangi urusan agama, hukum
dan pemerintahan pun angkat bicara dan mendesak agar masalah ini dapat segera
disikapi oleh Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel.
Desakan
itu disampaikan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bursel, Sami Latbual kepada Suara Buru Selatan via telepon selulernya, Sabtu (16/7).
“Komisi
A DPRD Kabupaten Bursel meminta agar Pemerintah Kabupaten Bursel melalui Bagian
Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel dapat mengevaluasi masa jabatan Penjabat Kades
di Bursel. Mengingat masa jabatan mereka telah selesai dan telah melebihi masa
satu tahun sesuai SK Bupati Bursel tentang pengangkatan sejumlah Kades,” kata Latbual
yang juga kandidat Master Hukum Unpatti Ambon tersebut.
Sebab,
lanjut Latbual, dengan berakhirnya masa jabatan para Penjabat Kades itu, maka
telah terjadi kekosongan pemerintahan di desa.
“Jika
sesuai SK masa jabatannya telah selesai, maka dengan sendirinya masa jabat
selesai dan gugur. Oleh karena itu mesti ada langkah yang dilakukan oleh Bagian
Pemerintahan Kabupaten Bursel, sebab kalau ini tetap dibiarkan, maka akan
terjadi kekosongan pemerintahan di desa,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten
Bursel itu.
Tambah
Latbual, jika SK para Penjabat Kades yang sudah ekpayer tersebut tidak di perpanjang,
maka para Penjabat Kades tidak lagi memiliki legalitas untuk memimpin desa
maupun mencairkan Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD).
Bahkan,
jika para Penjabat Kades ini tetap ngotot melaksanakan tugas sebagai Penjabat
Kepala Desa, maka bisa berdampak pada tindakan melanggar hukum.
“Karena
sepanjang SK belum diperpanjang, maka mereka tidak punya legalitas dan semua
administrasi yang di tanda tangani oleh mereka adalah cacat hukum, karena tidak
ada yang melegitimasi mereka, termasuk penandatanganan surat dan dokumen untuk
pencairan Dana Desa adalah cacat hukum karena melanggar UU Nomor 6 Tahun 2014,
PP Nomor 43 Tahun 2014 dan Perda Kabupaten Bursel,” papar mantan Ketua AMGPM
Daerah Bursel.
Olehnya
itu, calon Magister Hukum Unpatti Ambon ini pun berharap agar pihak Bagian Pemerintahan
Setda Kabupaten Bursel tidak berdiam diri dengan masalah ini. Tetapi, dapat
segera menindaklanjutinya sesuai peraturan undang-undang dan hukum yang
berlaku.
“Bagian
Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel mesti serius dan bergerak cepat untuk
menyikapi hal ini,” pinta Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel.
Sementara
itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Bursel, Ismid Thio yang
dihubungi via telepon selulernya terkait masalah ini tak merespon. Bahkan pesan
singkat yang dikirimkan kepadanya pun tak dijawab. (SBS-02)
Post a Comment
Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!